13 Agustus 2010

Kamyabi Homeschool BSD, Siap Menerima Murid SD, SLTP dan SLTA

Kamyabi HS Gabung Asah Pena

Mengantisipasi geliat kehidupan masyarakat Tangsel khususnya di Komplek Bumi Serpong Damai dengan berbagai atribut antara lain sebagai Kota Mandiri, Kota Satelit, Kota Pendidikan bahkan sebagai Kota Santri, Kamyabi Homeschool bergabung dengan Asah Pena (Assosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif). Dengan nomor anggota: # 31/AP-KTS/VII/2010

Kekuatan berjamaah pasti lebih hebat daripada sendiri. Lihat contohnya shalat berjamaah. Ujar Bang Ied, pendiri Kamyabi Homeschool. Di BSD ini ada banyak sekolah dan ada banyak metode belajar yang ditawarkan, tapi penduduknya sangat heterogen maka tidak ada salahnya kita fasilitasi sarana belajar model homeschooling juga. Banyak expatriate di sini, banyak orang ngontrak rumah di sini, banyak orang sering pindah tugas ke sini, karena itu sarana pendidikan anak harusnya juga disediakan.
Raport dan Ijazah

Pertanyaan orang tua itu adalah kalau ikut homeschooling bagaimana nanti legalitas ijazah anak saya? Ungkapan ini dilontarkan oleh Hendra Imang, mewakili kekhawatiran orang tua tentang ijazah anaknya.

Undang-Undang menjamin pendidikan anak karena itu kami jamin anak-anak dapat ikut ujian nasional pada saatnya nanti, misalnya untuk Tingkat Sekolah Dasar pada kelas 6, SLTP pada kelas 9 dan SLTA pada kelas 12. Bahkan raport juga dapat disediakan, maksudnya apa? Mungkin suatu saat sang anak ingin masuk sekolah formal maka akan dilihat raportnya.
Dan ada tiga alasan kenapa ijazah disediakan, pertama jika suatu hari nanti sang anak ingin melanjutkan ke sekolah formal, kedua jika ingin kuliah di PTN dan ketiga jika ingin bekerja di sektor formal.

Ijazahnya legal, diakui oleh Negara, setara dengan ijazah sekolah formal lainnya. Yang penting anaknya memiliki kompetensi, yakni sanggup menjawab dengan betul soal-soal yang diajukan di dalam ujian, lha… untuk mampu menjawab soal-soal itu anak-anak mesti belajar. Belajar dimana, dengan siapa, bagaimana caranya, bukan masalah, yang penting memiliki kompetensi. Ujar Didi Sutisna, Kabid PNFI Dinas Pendidikan Kota Tangsel.
Kompetensi

Pada kesempatan terpisah Budi Trikoranyanto, Ketua Komunitas Homeschooling Pelangi sekaligus Sekretaris Asah Pena menjelaskan bahwa kompetensi untuk anak SD 4 Mata Pelajaran (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PPKN) untuk SLTP 5 Mata Pelajaran (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggeris dan PPKN) untuk SLTA Jurusan IPA 6 (Bahasa Indonesia , Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) SLTA Jurusan IPS 6 (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi , Geografi) SLTA Jurusan Bahasa 6 (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Sejarah /Antropologi dan Bahasa Asing Pilihan). Ada lagi sekolah kejuruan yang Mata Pelajarannya disesuaikan dengan minat anak.

Tempo doeloe, pandai besi ajarkan anaknya menjadi pandai besi, tukang kayu ajarkan anaknya menjadi tukang kayu. Dimana mereka belajar…? Ya di rumah, homeschooling. Ujar Budi sambil tersenyum (bi)

Gambar: Bang Ied bersama Bapak Didi Sutisna, Kabid PNFI Dindik Kota Tangsel.

0 komentar: