(SIT Al Karima) Saat ini sedang tren sekolah rumah sebagai warna baru untuk membangun pendidikan bagi anak di rumah masing-masing. Sekolah formal dianggap tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak sehingga para orang tua memberikan sekolah rumah bagi anak. Sekolah dianggap tidak mampu karena (1) siswa terlalu banyak, (2) perhatian guru kepada siswa tidak intensif, (3) anak adalah pribadi unik yang memerlukan layanan unik pula, (4) guru hanya sekadar mengajar tidak mendidik, dan (5) sekolah teramat mengikat siswa dengan seabrek aturan.Tren tersebut cukup menarik. Hanya saja, apakah di sekolah rumah, para orang tua siap dengan metodologis mengajarnya? Apalagi, sang anak akan memberikan perlakuan lain manakala berjumpa dengan orang tuanya langsung. Perlakukan anak itu biasanya berupa (1) sikap manja, yang kalau di sekolah sikap ini luntur karena banyak kawan-kawan lainnya dan guru sebagai orang lain, (2) malas, biasanya anak akan malas karena tidak ada reward (penghargaan) yang dapat mengangkat harga diri setelah dilihat kawan-kawan yang lain, (3) menu materi yang disediakan kadang tidak terjalani karena anak mampu mencoba menawar kepada orang tuanya, dan (4) pesaing anak tidak ada sehingga anak hanya ala kadarnya dalam belajar sebagai pemenuhan kehendak orang tua.
Baca Selanjutnya...>>

0 komentar:
Poskan Komentar